Selasa, 16 Juni 2015

 
Muslim dibelahan dunia yang tidak mengalami konflik perang seperti Indonesia dan negara aman, kini tentunya kini sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan, kehadiran Bulan Suci Ramadhan 1436 H/2015, mulai dari mengecat rumah, mengganti perabotan rumah yang lama, membeli pakaian baik itu baju baru lebaran maupun baju koko atau mukena untuk sholat tarawih maupun sholat 5 waktu, tentu juga sibuk dengan membeli bahan pokok lainnya terutama bahan makanan dan perlengkapan dapur kebutuhan selama bulan puasa baik untuk Sahur maupun untuk santapan berbuka puasa.

Perlu kita ketahui bersama bahwa hingga kini, sudah lebih dari 8 tahun wilayah Gaza masih dibawah blokade Zionis Israel, hal tersebut diperparah dengan akses pintu Perlintasan Rafah , karena hal tersebut menjadi sulitnya bahan bantuan kemanusiaan untuk masuk ke wilayah Gaza.
Sebagian dari wilayah Gaza pun masih terlihat porak poranda paska agresi Militer Zionis atas Gaza pada musim panas akhir tahun 2014, puluhan Masjid rata tanah akibat di terpa bom dan roket zionis israel, terlihat ratusan masjid masuh hancur dan porak poranda belum di renovasi dan perbaikan, sedangkan sebentar lagi tamu mulia yang selalu dinantikan oleh Umat Islam Dunia yaitu Bulan Suci Ramadhan.

Tercatat lebih dari 24 ribu para janda yang di Gaza, tentu terdapat ratusan ribu anak Yatim yang tersebar di beberapa wilayah di Gaza, belum lagi mayortas dari warga Gaza yang hidup dibawah garis kemiskinan yang golong kaum fakir.

Kita berbuat demi kebaikan mereka dan berkah kita raih bersama.

Berkaitan dengan kondisi terkini diataslah, kami Manajemen Radio Suara Palestina di Gaza City merasa perluanya sebuah wadah berfungsi untuk menghimpun / Wadah Zakat Gaza Palestina, (Zakat For Gaza Zakat For Bumi Syam) khusus untuk menangani Zakat khusus Zakat Fitrah dimana penyalurannya khusus ke wilayah konflik di bumi Syam termasuk wilayah Gaza Palestina.

Bertepatan dengan datangnya bulan Suci Ramadhan 1436 H / 2015, momen penting untuk menggugah dan memperkenalkan kepada Muslim di Indonesia, maka kami dari Manajemen Radio Suara Palestina di Gaza City Palestina yang rutin menyiarkan kondisi terkini Gaza Palestina dan Masjid Alaqsa melalui Radio Streaming suarapal/net ( Siaran satu hari 2x @ Palestina will be free jam 13:00 WIB dan Gaza Tonight LIVE Malam pukul 20:00 WIB), membuka program Spesial khusus di bulan Ramadhan yaitu Zakat For Gaza dimana menerima dan menyalurkan Zakat kepada rakyat Gaza yang memang membutuhkan Zakat Fitrah serta Zakat maal, infak dan sedekah.

Saat ini kami RadioSP Gaza City memiliki 5 pegawai tetap tentu asli Warga Gaza dan lebih dari 10 tenaga lepas yang siap menyalurkan Zakat Fitrah di beberapa titip di Gaza, demi kelancaran dan ketertiban, merata dalam proses penyaluran Zakat Firtah, zakat maal, infak dan sedekah, tak lepas kami berkoordinasi dengan NGO lokal di masing-masing wilayah sasaran distribusi.

Adapun program spesial khusus dibulan Ramadhan 1436 H,
- Penyaluran Zakat tunai.
- Pembelian baju baru untuk Lebaran.
- Bahan makanan atau sembako.
- Menyediakan makanan Sahur dan santapan buka puasa di Masjid-masjid.
- Menyalurkan makanan Sahur dan buka puasa ke Janda, Yatim dan keluarga Fakir ke masing-masing rumah mereka.
- Dan beberapa program lainnya..

Sasaran Zakat,
- Anak Yatim.
- Janda.
- Keluarga Fakir.

Wilayah Sasaran Disribusi Zakat,
- Gaza City.
- Gaza Timur.
- Gaza Utara.
- Gaza Selatan.
- Gaza Tengah.

Berbagai program bantuan kemanusiaan untuk Gaza Palestina, khususnya Program Spesial di bulan Suci Ramadhan 1436 H / 2015 kami membuka peluang kerja sama bagi NGO-NGO di Indonesia baik Lembaga Swasta maupun Lembaga Pemerintahan, Kita berbuat demi kebaikan mereka dan berkah kita raih bersama.

Sepak terjang Radio Suara Palestina di Gaza City, sejak berdiri Radio Suara Palestina pada bulan Juli 2014 oleh Generasi Indonesia yang menetap dan Menikah dengan Muslimah Gaza ( Abdillah Onim, dana pribadi bang Onim sebagai wadah dakwah dari Gaza ke Nusantara dan menyebar berita realitas Palestian dan Masjid Alaqsa ) saat terjadi agresi israel ke wilayah Gaza, selain mencari dan menyiarkan berita terkait Palestina dan Masjid Alaqsa, berbagai kegiatan sosial dan misi kemanusiaan bagi rakyat Gaza Palestina, seperti : 
- Penyaluran SEMBAKO.
- Distribusi Selimut Hangat.
- Distribusi Jaket Hangat.
- Distribusi Perlengkapan Sekolah.
- Bantuan bahan makanan bagi para pasien di RS Pemerintah Palestina/RS.Kamal Udwan.
- Distribusi santunan tunai bagi anak Yatim.
- Distibusi Santunan tunai bagi Janda.
- Beasiswa tunai bagi mahasiswa/i Gaza.
- Mengadakan Program hewan Qurban di Gaza.

Dalam proses distribusi bantuan kemansuiaan langsung ke warga Gaza, Alhamdulillah beberapa NGO Besar dari Indonesia sudah menjalin kerja sama sebagai mitra Misi Kemanusiaan di Gaza Palestina serta rutin berkomunikasi dengan kami, begitu juga beberapa media Mainstream menjalin mitra dengan RadioSP, selain untuk merealisasikan projek di Gaza, tak lepas kami berkoordinir dengan pemerintah Palestina di Gaza.

Dana operasional Radio Suara Palestina, saat ini RadioSP sudah memiliki 5 pegawai asal Gaza serta memiliki puluhan Relawan, kami membuka rekening khusus operasional RadioSP, tentunya tidak bercampur dengan Rekening khusus amanah untuk Palestina alias terpisah/otomatis kami salurkan kepada warga Gaza Palestina, Dana yang masuk ke Rek khusus operasional RadioSP kami gunakan untuk membayar Honor pegawai RadioSP dan juga tenaga lepas kami.

Kami berharap semoga program Zakat ini, sedikit banyak dapat menyentuh langsung ke titik-titik yang akan menjadi sasaran disribusi Zakat, infak dan sedekah.



Abdillah Onim
Chairman RadioSP Gaza City

Rekening Zakat For Gaza : 6900090001 A.n:Abdillah Onim
Layanan Zakat & Konfirmasi Zakat, Call / SMS WA : + 972 59 8058513.
FB Fanpage : Abdillah Onim Journalist

Rohingya Butuh Diakui




 Ratusan Muslim Rohingya sampai saat ini masih berada di wilayah Aceh Timur, Indonesia. Kebanyakan dari mereka bertahan hidup dari belas kasih masyarakat sekitar dan relawan yang peduli dengan nasib mereka sebagai pengungsi.

Permasalahan yang dialami Muslim Rohingya bukan saja soal solidaritas masyarakat dunia terhadap nasib mereka, namun mengenai pengakuan status kewarganegaraan mereka di Negara asal mereka, Myanmar.
Saat ini, Ribuan Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penindasan dan genosida yang dilakukan Pemerintahan Myanmar kehilangan identitas sebagai warga Negara setelah Pemerintah Myanmar mencabut status kewarganegaraan. 

Ketua Burma Task Force Indonesia, Adnin Armas menjelaskan bahwa Muslim Rohingya, baik yang saat ini berada di Indonesia maupun di Negara-negara lain, sangat membutuhkan pengakuan sebagai warganegara sebuah Negara. 

Apa yang terjadi pada mereka, menurut Direktur & Peneliti INSISTS Jakarta tersebut adalah sebuah akibat yang ditimbulkan oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintahan Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga Negara Myanmar. 

“Yang harus dilakukan adalah bergerak menyelesaikan sebab dari akibat tersebut,” jelasnya

Adnin juga menjelaskan bahwa mayoritas Muslim Rohingya tidak bisa membaca, sehingga saat Pemerintah Myanmar memberikan kartu identitas, mereka menerima meskipun di kartu tersebut tertera kewarganegaraan Bangladesh, bukan Myanmar.

Selain itu, di Myanmar Muslim Rohingya, khususnya perempuan mengalami kejahatan seksual dari warga Myanmar yang meyoritas beragama Budha. Sementara, anak-anak dan pemuda Muslim Rohingya mengalami penyiksaan dan diskriminasi dari Pemerintahan Myanmar.

“Orang tua di sana tidak bisa mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia harus melakukan tindakan yang konkrit untuk menyelamatkan nasib dan masa depan Muslim Rohingya. Pasalnya, masyarakat Indonesia baik Muslim maupun Non Muslim sangat menolak penindasan.

“Hal tersebut sesuai dengan Pembukaan Undang-undang 1945,” ungkapnya

Selain itu, Ketua Harian Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menegaskan, bahwa Pemerintah Indonesia harus bisa memberikan tekanan terhadap Pemrintah Myanmar, baik dari bidang ekonomi, social, budaya dan lain sebagainnya.

Saat ini, Negara-negara Non Muslim, salah satunya Amerika Serikat telah menunjukan sikap penolakan terhadap kebijakan Pemerintahan Myanmar yang melakukan genosida Muslim Rohingya di Negara mereka dengan mengeluarkan resolusi 418. Resolusi 418 tersebut menyerukan pemerintah Myanmar untuk menghormati Hak-Hak Asasi Manusia (HAM) etnis Rohingnya

Sementara Negara Eropa lainnya juga sudah melakukan protes keras terhadap sikap arogansi Pemerintahan Myanmar dan akan saat ini, mereka (Negara eropa) akan segera bersikap untuk menyelamatkan nasib Muslim Rohingya.

“Indonesia masih belum aktiv,” tadasnya

Sementara itu, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Iffah Ainur Rochma mengatakan bahwa ia bersama Muslimah Hizbut Tahri dari berbagai Negara telah menggelar acara Roundtable Discussion mengenai nasib Muslim Rohingya.

dari acara tersebut lahir penandatangan deklarasi mengenai kesadaran semua pihak tentang pentinganya suatu sistem Pemerintahan yang berlandaskan pada Syariah Islam. Sehingga, apa yang terjadi pada Muslim Rohingya tidak terjadi karena hadirnya perlindungan Negara terhadap masyarakatnya.

Ia juga menegaskan, seluruh perwakilan Muslimah Hizbut Tahrir dari Malaysia, Australia, Bangladesh dan Timur Tengah akan mensosialisasikan deklarasi yang telah ditandatangani tersebut. Sehingga, masyarakat di tempat tinggal mereka masing-masing mengetahui apa yang terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan.

Selain itu, Iffah juga menjelaskan bahwa solusi real dari masalah yang dialami Muslim Rohingya adalah lahirnya institusi Politik Islam yang berkomitmen pada perlindungan dan kesejahteraan rakyatnya, yaitu Khilafah Islamiyah.

“Jika hanya diberikan solidaritas saja itu bukan Ukhwah Islamiyah, karena Muslim satu dengan lainnya adalah bagian yang tidak dipisahkan,” ucapnya


Kamis, 04 Juni 2015

Tips Manjaga Semangat Ibadah Pasca Ramadhan


Menjaga semangat ibadah pasca Bulan Suci Ramadhan terasa sulit dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Sebab, kebanyakan mereka menganggap Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan untuk melakukan perbaikan kualitas ibadah.

Lantas bagaimana seseorang dapat mempertahankan giroh ibadah pasca Ramdhan? Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa syawal maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun,” HR. Muslim, Abu Daud, Tirmizi dan Ibnu Majah.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Sofyan Manaf mengatakan untuk menjaga semangat ibadah serta meningkatkannya, harus diawali dengan niat yang ikhlas dan kuat.

Niat sebelum Ramadhan dan sesudah Ramadhan merupakan hal penting yang harus dilakukan seorang Muslim dalam mempertahankan semangat ibadah. Menurut Alumni Gontor tersebut, niat merupakan hal utama yang menjadi permulaan.

“Yang pasti siasati niatnya,” jelasnya.

Selain niat, Sofyan menjelaskan bahwa muamalah bersama orang-orang shalih adalah hal yang tidak kalah pentinganya. Keberadaan seseorang diantara orang-orang baik dalam suatu majlis akan menjaga giroh ibadah mereka dan membantu mereka dalam menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan.

Salah satu ilmu yang dapat diperoleh adalah ilmu tentang keutamaan bulan ramadhan dan cara bagaimana menjaga keutamaan tersebut pasca Ramadhan. Keutamaan bulan Ramadhan tidak boleh hilang setelah bulan Suci tersebut berlalu.

Sofyan juga menjelaskan cara lain dalam mempertahankan kualitas ibadah pasca Ramadhan adalah tetap menjaga dan Manahan hawa nafsu seperti yang dilaukan saat bulan Puasa. Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan nafsu, pasca Ramadhan nafsu melakukan maksiat juga harus dilakukan.

Sementara itu, Pendiri Pondok Pesantren Khairu Ummah, Rozif Abdullah menjelaskan bahwa untuk meningkatkan ibadah pasca Ramadhan, seorang Muslim harus memiliki target. Baik target sebelum Ramadhan, saat dan sesudah Ramadhan.

Melalui target tersebut, seseorang nantinya akan memiliki tujuan dan perencanaan yang baik dan disertai dengan niat kuat. Sehingga apa yang menjadi target dalam meningkatkan ibadah akan dapat terlaksana.
“Selain itu nantinya akan ada evaluasi untuk perbaikan dimasa-masa selanjutnya,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya seharusnya setiap Muslim di Indonesia menjadikan ibadah di bulan Ramadhan sebagai minimal amalan. Sehingga dengan demikian, menjelang usai Ramadhan peningkatan ibadah akan terjadi.

Peningkatan Ibadah juga dilakukan baik secara kualitas maupun kuantitas. Secara kualitas, seseorang dapat meningkatkan kecintaan terhadap Allah dan Rasulnya dengan ibadah yang dijalankan lebih khusu’.

Sementara, peningkatan ibadah secara kuantitas adalah meningkatkan jumlah ibadah. Misalnya, hafalan Al Quran yang hanya bisa dilakukan satu juz dalam sebulan meningkat menjadi dua hingga tiga juz.

“Shalat tahajud yang hanya empat rakaat bisa dilakukan sebanyak 12 rakaat,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) untuk Aceh, Yusran Hadi menjelaskan langkah-langkah dalam menjaga semangat ibadah yang salah satunya adalah meningkatkan ibadah secara kualitas dan kuantitas.

Selanjutnya adalah menjaga diri dari maksiat serta menahan hawa nafsu, seperti tidak melakukan ghibah atau membicarakan orang lain. Tidak melakukan fitnah yang dapat menyakiti orang lain, serta menipu orang lain.

“Yang dapat merugikan orang lain,” jelasnya, Hidayatullah.com.

Langkah lainnya adalah dengan mencintai dan membantu sesama Muslim diyakinkan dapat menjaga ibadah setelah Ramadhan. Mencintai saudara seiman bisa menyempurnakan keimanan seseorang sebagaimana Rasulullah bersabda yang artinya, “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mnecitai saudaranya,” HR. Bukhari dan Muslim




Merasakan Ramadhan Bersama Imam-Imam Palestina



Bulan Ramadhan mendatang, masyarakat Indonesia akan merasakan merdu dan indahnya lantunan Ayat Suci yang mereka bacakan para Imam asal Palestina.

Semarak Ramadhan Bersama Imam-Imam Palestina. Mari ramaikan Masjid2, Majlis2, buka bersama, Sahur bersama mereka.

NB; Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi nomor kontak yang tertera banner tsb.