Tampilkan postingan dengan label Suriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suriah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2014

Turki dan Suriah, Mengapa?


Hubungan Suriah dan Turki Kian Memburuk.

Turki merupakan negara yang paling keras dalam mengkritik segala bentuk kekejaman dan kebijakan Presiden Suriah, Bashar al Assad, dan juga merupakan salah satu negara yang mendukung intervensi terhadap negara konflik tersebut.
Penggunaan senjata kimia pemerintah Suriah dalam memusnahkan warganya beberapa waktu lalu, akhirnya Pemerintah Assad bersedia menyerahkan senjata kimia mereka. Penyerahan senjata kimia tersebut tidak terlepas dari desakan internasional terhadap kekejaman rezim Assad terhadap rakyat Suriah.
Penyerahan senjata kimia Suriah kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia PBB (OPCW) pada awal oktober lalu telah sedikit memberikan udara segar bagi rakyat Suriah khususnya warga yang masih bertahan di Suriah.
Bagaimana tidak, penggunaan senjata kimia telah menewaskan secara keji warga Suriah yang tak berdosa dan perbuatan ini juga merupakan pelanggaran perang yang telah ditetapkan oleh organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Alasan demikian yang membuat Turki menga

Senin, 27 Januari 2014

Kelaparan Menerjang Suriah



Warga Suriah kini Kelaparan

Satu juta rakyat Suriah dilanda kelaparan yang sangat. Sementara itu pos-pos pemeriksaan telah mempersulit pengiriman bantuan. Ulama pun terpaksa mengeluarkan fatwa dibolehkannya daging kucing, daging anjing dan daging keledai untuk dimakan rakyat Suriah.
Sudah berlangsung hampir tiga tahun, konflik Suriah tidak kunjung terselesaikan. Ratusan ribu korban meninggal dan eksodus besar-besaran pun tidak terelakan. Korban meninggal banyak berasal dari masyarakat sipil terutama perempuan dan anak-anak.
Beberapa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terus terjadi setiap harinya tanpa terkecuali. Sementara itu masyarakat dunia seakan-akan tutup mata tentang kondisi yang saat ini dialami oleh masyarakat Suriah.
Kebrutalan yang dilakukan Assad semakin tidak berprikemanusiaan, selain merampas hak warga negaranya, ia bersama pasukan loyalnya juga membantai dan memperkosa warga Suariah yang dianggap tidak sejalan dengan ideologinya.
Seorang aktivis perempuan Suriah menceritakan kepada media keganasan yang dilakukan tentara Suriah dibawah perintah Assad. Alaa Moreli sempat ditangkap akibat aksinya didepan televise yang dengan lantang membongkar kejahatan pemerintah Suriah.


KTT OKI Serukan Perdaian Dunia.

KTT OKI ke 12 yang mengambil tema “The Muslim World’ New Challeges and Expanding Oppurtunities” membahas tiga point penting, antara lain konflik panjang Palestina-Israel, Perang Saudara di Suriah dan Kondisi Minoritas Muslim yang berada di Negara Non anggota, seperti Muslim Rohingya.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke 12 telah dilaksanakan pada Febuari lalu. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri para pemimpin negera-negara anggota, termasuk Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono.

Dalam acara yang di gelar di dekat Bandar Udara Internasional Kairo, tepatnya di Hotel Fairmont Towers, Heliopolis, masing-masing pemimpin negara yang hadir memberikan sambutan.

Presiden SBY sendiri memberikan sambutan mengenai dukungan Indonesia untuk Palestina. Hubungan bilateral yang terjalin sejak Indonesia merdeka 68 tahun yang lalu telah memberikan sinergi yang positif bagi kedua negara.

"Saudara-saudara kita di Palestina terus dicabut dari hak-haknya dalam bernegara, kemerdekaan dan keadilan. Mereka hidup tanpa banyak harapan untuk masa depan, sementara Israel terus melanggar hak-hak mereka setiap hari," kata SBY saat memberikan sambutan di hadapan para delegasi OKI, detiknews.com.